
PALEMBANG – Merespons insiden kebakaran kapal motor di beberapa wilayah perairan Indonesia sepanjang Agustus 2026, Dinas Perhubungan Provinsi Sumatera Selatan melalui Otoritas Pelabuhan Penyeberangan Tanjung Api-Api menggelar Focus Group Discussion (FGD) Keselamatan Transportasi Kapal Penyeberangan. Forum strategis ini diselenggarakan pada Selasa, 18 Agustus 2026, bertempat di Ruang Rapat Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Sumatera Selatan, Palembang.
Kegiatan FGD ini dibuka secara resmi oleh Sekretaris Dinas Perhubungan Provinsi Sumatera Selatan, H.M. Gunawan, S.T., M.M., dan diselenggarakan guna memperkuat aspek keselamatan serta mitigasi risiko kebakaran pada moda transportasi laut, khususnya armada Ro-Ro dan feri penumpang rute Pelabuhan Tanjung Api-Api (Banyuasin) menuju Muntok (Bangka Belitung).
Agenda diskusi dihadiri oleh pemangku kepentingan (stakeholders) utama keselamatan transportasi perairan laut, meliputi PT Jasa Raharja (Persero) Kantor Wilayah Sumatera Selatan, Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Palembang, serta seluruh operator kapal penyeberangan laut yang beroperasi di kawasan Pelabuhan Tanjung Api-Api.
Dalam sesi diskusi teknis, PT Jasa Raharja (Persero) Kantor Wilayah Sumatera Selatan diwakili oleh Kepala Sub Bagian Pelayanan, Aldion Eka Nanda, bersama Kepala Sub Bagian Iuran Wajib, Munawir. Pihak Jasa Raharja menyampaikan serangkaian usulan strategis guna meminimalisir potensi kecelakaan dan bencana kebakaran pada armada penyeberangan penumpang perairan laut.
Seluruh masukan dan pandangan dari peserta FGD dicatat secara terstruktur dalam notulensi resmi yang berfungsi sebagai landasan evaluasi, penentuan langkah tindak lanjut yang terukur, serta pengawasan berkesinambungan lintas instansi teknis.
Ditemui secara terpisah, Kepala PT Jasa Raharja (Persero) Kantor Wilayah Sumatera Selatan, Mulkan, menegaskan komitmen perusahaan dalam mendukung keselamatan penyelenggaraan transportasi publik: “PT Jasa Raharja Kantor Wilayah Sumatera Selatan terus berkomitmen aktif melakukan kolaborasi sinergis bersama seluruh pemangku kepentingan demi mewujudkan ekosistem transportasi laut yang aman, nyaman, dan berkeselamatan bagi seluruh masyarakat,” tegas Mulkan.
Melalui forum ini, PT Jasa Raharja bersama Dinas Perhubungan, KSOP, dan operator kapal bersepakat untuk meningkatkan kesiapsiagaan, kepatuhan terhadap regulasi keselamatan, serta kolaborasi proaktif demi mencegah terulangnya musibah transportasi laut di masa mendatang.