BATURAJA, OKU SELATAN — Tim Unit Pelaksana Teknis Badan (UPTB) Samsat OKU Selatan menggelar audiensi sekaligus menyerahkan data tunggakan pajak kendaraan bermotor kepada Pemerintah Kecamatan Buay Runjung, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Selatan, Kamis (10/9/2026). Langkah ini dilakukan sebagai upaya untuk meningkatkan kepatuhan masyarakat dalam membayar pajak kendaraan bermotor di wilayah OKU Selatan, khususnya di Kecamatan Buay Runjung.
Dalam pertemuan yang berlangsung di Kantor Kecamatan Buay Runjung tersebut, Tim Samsat OKU Selatan menyerahkan data rinci mengenai para pemilik kendaraan yang masih memiliki tunggakan pajak. Penyerahan data ini ditujukan agar pemerintah kecamatan dapat menindaklanjutinya secara langsung di lapangan, mulai dari memberikan imbauan hingga mengajak warga untuk segera memenuhi kewajiban perpajakan mereka.
Kegiatan yang melibatkan pihak Pemerintah Kecamatan Buay Runjung ini menjadi bagian dari strategi kolaboratif untuk menjangkau para wajib pajak secara lebih dekat. Dengan keterlibatan perangkat kecamatan yang memahami kondisi masyarakat setempat, proses sosialisasi dan edukasi mengenai pentingnya membayar pajak kendaraan diharapkan dapat berjalan lebih efektif.
Camat Buay Runjung, Irvan Ferlevi, S.E., menyambut baik inisiatif dari Samsat OKU Selatan dan menyatakan kesiapannya untuk membantu mengatasi permasalahan tunggakan pajak di wilayahnya.
ditempat berbeda Kepala Kantor jasa Raharja Cabang Baturja, Renauld Pangemanan menyampaikan “Semoga dengan adanya kegiatan ini, kami dapat membantu pihak Samsat untuk dapat menjangkau langsung masyarakat yang menunggak serta mencari solusi dari masalah kepatuhan pajak kendaraan tersebut,”
Melalui sinergi antara Samsat OKU Selatan dan Pemerintah Kecamatan Buay Runjung ini, kesadaran dan kepatuhan masyarakat dalam membayar pajak kendaraan bermotor diharapkan terus meningkat di masa depan. Kerjasama yang berkesinambungan ini diharapkan dapat memberikan dampak positif yang berkelanjutan bagi penerimaan daerah serta peningkatan pelayanan publik bagi masyarakat OKU Selatan.